Workshop Komersialisasi Hasil Riset

Workshop Komersialisasi Hasil Riset

Ringkasan:

Pelatihan ini bertujuan untuk menggalakkan transformasi Sains dan teknologi inovativ menjadi produk komersial. Workshop ini juga akan membahas diperlukannya layanan-layanan spesifik untuk sebuah usaha komersialisasi teknologi baru. Pelatihan ini dimulai melakukan pengkajian secara mendalam konsep-konsep yang terkait dengan komersialisasi teknologi. Dilanjutkan dengan pendalaman terhadap Hak Kekayaan Intelektual terhadap sebuah Produk, Kreasi Perusahan berbasis teknologi. Konsep-konsep yang diperkenalkan diharapkan dapat meningkatkan percepatan proses komersialisasi. Konsep ini mencakup, keputusan yang harus diambil oleh peneliti dari hasil riset yang telah dicapai dan yang akan dicapai, terkait juga dengan pengembangan produk, paten, lisensi teknologi baru, dan formasi perusahaan baru

Tujuan :

Pelatihan ini bertujuan antara lain:

  1. Mengerti tentang konsep kunci dan pilihan-pilihan yang tepat tentang komersialisasi teknologi/hasil riset.
  2. Memahami ide-ide riset yang berawal diakhir dan berakhir di awal
  3. Mengerti tahapan-tahapan bahwa sebuah teknologi mengalami perjalanan panjang dari laboratorium ke pasar (marketplace).
  4. Mengeksplorasi fungsi dari Hak Kekayaan Intelektual (paten,Paten sederhana) dan lisensi dalam proses komersialisasi

 

Bahan-bahan Pelatihan :

  1. Pengertian Tentang Komersialisasi Teknologi/hasil Riset

Dalam artian kegiatan riset perlu road map yang jelas yang berakhir dengan sebuah produk kompetitif. Berikutnya dilakukan riset yang betul-betul fokus mengarah pada produk tersebut melalui pendekatan multidisipliner. Untuk memperjelas arah hilirisasi dan komersialisasi beberapa istilah dalam riset dan penerapan hasil riset perlu dikemukan istilah-istilah invensi (invention), inovasi (innovation) dan difusi (diffusion). Menurut Jewkes, Sawers dan Stillerman (1969) invensi (invention) adalah pertama kali dengan penuh keyakinan sesuatu dapat bekerja dengan baik yang didukung oleh ujicoba, fakta-fakta memang susuatu tersebut dapat bekerja dan berfungsi. Pengertian ini mensyaratkan adanya konsep awal, pembuktian yang meyakinkan, dan akhirnya kegunaan, kemanfaatan untuk kemudahan masyarakat dari suatu invensi. Inovasi (innovation) didefinisikan mengadaptasikan suatu invensi untuk dimanfaatkan oleh masyarakat dan meningkatkan aktivitas ekonomi (komersial). Pengertian ini mencakup pematangan gagasan dasar, pengujian prototipe, pengembangan, enjinering, produksi awal dan pengujian pasar. Berikut adalah difusi yang sangat erat hubungannya dengan invensi dan inovasi agar sebuah produk dapat sukses komersial. Difusi biasa didefinisikan sebagai tingkat dan kecepatan penyebaran setiap hasil/produk riset ke pengguna dalam suatu industri tertentu atau sistem sosial, Suatu inovasi dikatakan berhasil apabila diikuti oleh proses difusi yang luas dan cepat

  1. Hak Kekayaan Intelektual

Seiap teknologi baru yang masuk pasar dan diterima pasar dengan baik, maka teknologi tersebut sangat rentan untuk ditiru, baik oleh pendatang baru maupun oleh kompetitor. Sebaiknya tenologi tersebut segera dilindungi HKI nya, terutama paten atau paten sederhana. Pada bagian ini akan didiskusikan secara mendalam tentang pentingnya paten untuk karya-karya inovativ berbasis teknologi

  1. Lisensi

Aset intlektual perlu diproteksi. Salah satunya adalah melalui lisensi. Lisensi ini merupakan cara dimana aset intlektual dapat diperjual belikan dan memberikan mantaaf bagi pemegang hak kekeayaan intelektual tersebut. Bagian ini akan membahas secara mendalam prosedur lisensi. Dibicarakan jura strategi lisensi untuk kooperasi atau kompetisi. Hubungan antara strategi lisensi dalam proteksi HKI dan hunbungan antara lisensi dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.

  1. Kedewasaan Teknologi

Kita ketahui bersama bahwa begitu banyak pertanyaan yang dajukan untuk sebuah teknologi baru. Teknologi baru dipertanyakan hampir dari segala aaspek. Bagian ini akan mendiskusikan secara mendalam metodologi standar dan memanfaatkan pengalaman peserta dengan perangkat praktis yang dimiliki untuk menilai sebuah teknologi.

  1. Pengujian Teknologi

Bagian ini akan difokuskan pada proses konfirmasi ide awal dari teknologi dan sasaran pasar yang dituju. Serta didiskusikan juga dari segi kompetitor dari produk yang berfungsi sama dengan produk teknologi tersebut, dan bagaimana penerimaan pasar terhadap teknologi tersebut sehingga dapat diprediksi keberhasilan produk.

  1. Kreasi Perusahaan Baru/Spin off Business

Pendirian perusahaan baru berbasis teknologi baru kadang sangat susah untuk mendapatkan dukungan dari penyandang dana. Di Indonesia pada umumnya sebuah perusahaan membuat produk baru berdasarkan pengembangan dari produk yang ada sebelumnya melelui pemanfaatan teknologi.

Dalam banyak sukses story, perusahaan-perusahaan yan bisa bertahan dengan memanfaatkan teknologi baru apada umumnya perusahaan yang dapat mengontrol pemanfaatan teknologi tersebut, dilajutkan atau sama sekali tidak perlu dipertahankan.

Bagian ini akan memperbincangkan bagaimana model bisnis yang baik untuk sebuah produk berbasis teknologi, termaasuk tim manajemen yang tepat

Siapa yang dapat mengikuti pelatihan ini:

Workshop ini dapat diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa D3, S1, S2, S3, ilmuwan, insinyur/prekayas yang tertarik untuk melakukan transformasi hasil riset mereka menjadi sesuatu yang dapat diterima pasar. Workshop ini juga di peruntukkan bagi pengelola HKI dan penggerak lisensi dan pengelola dana ventura yang tertarik pada komersialisasi teknologi.

 

Instruktur Pelatihan

 nurhuda Prof. Dr.rer.nat. Muhammad Nurhuda
Fisika Universitas Brawijaya
 Dr Muhammad Nur, DEA Dr. Muhammad Nur, DEA
Center for Plasma ResearchPendiri PT Dipo TechnologyFakultas Sains dan matematikaUniversitas Diponegoro

 

 ridhuwan Ridhuwan, S.Si
Direktur PT. Dipo TechnologyBusiness Technology Innovation Center, Pusat Komersial Kampus Undip Tembalang,
Semarang  
 Dr Edi Sukur Dr. Edi Sukur
Direktur Edwar TehnologyTangerang

 

Presiden RI kunjungi Stand Pameran Zeta Green Produk Unggulan Undip

Presiden RI kunjungi Stand Pameran Zeta Green Produk Unggulan Undip

[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]

Produk penelitian dari Center for Plasma Research, Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro bekerjasama dengan PT. Dipo Technology akhirmya diikutkan dalam pameran di Puspitek Serpong Tangerang dalam rangka National Innovation Forum 2015 yang diadakan pada hari senin 13 April 2015. Produk yang dapat membersisihkan udara dari Virus, bakteri, jamur partikel dan asap telah diberi nama Zeta Green. Dalam kesempatan National Innovation Forum 2015 ini, Universitas Diponegoro dengan PT. Dipo Technology melakukan penandatanganan MoU bersama 27 institusi lain dengan mitranya masing-masing. MoU yang ditanda tangani terkait dengan pelaksanaan Penelitian khususnya bidang aplikasi Teknologi plasma dengan fokus pada Sistem Penyimpanan Beras Berteknology Ozon (SPBTO).

Kerjasama ini merupakan kelanjutan dari hasil Penelitian Unggulan Strategis Nasional (PUSNAS) yang diketuai oleh Dr. Muhammad Nur, DEA dangan anggota Dr. Endang Kusdiyantini DEA (FSM), Dr. Tri Agustini. Winarni (FPIK),Dr. Susilo A. Widyanto (FT) dan Dr. Harjum Muharam (FEB). Penelitian multi disiplin. Hasil penelitian ini telah disepakati untuk diterapkan dimasayarakat dan dikomersialisasikan dengan PT Dipo Technology melalui perjanjian lisensi dan kerjasama operasional sebagai spin off hasil penelitian perguruan tinggi. Hasil penelitian ini sangat mungkin dijadikan alternatif untuk sistem penyimpanan beras dalam gudang. Uji dan scale up sedang dilakukan dalam gudang mini yang kondisinya disesuaikan dengan beras di Bulog untuk menjamin kualitas. Berikutnya dilakukan adaptasi untuk dipasang di gudang penyimpanan beras di Bulog (MN)

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]