Penyimpanan Cabai Merah Keriting Petani Blora Gunakan Teknologi Ozon

Penyimpanan Cabai Merah Keriting Petani Blora Gunakan Teknologi Ozon

Penyimpanan Cabai Merah Keriting Petani Blora Gunakan Teknologi Ozon

Blora, Panen cabai yang melimpah mengakibatkan harga tidak terkendali, petani pasti mengalami kerugian yang cukup besar karena cabai yang dipanen harus segera dijual berapapun harganya jelas Kapala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bidang Holtikultura, Puji Arianto. Ini sangat tidak menguntungkan bagi petani, lanjutnya. Hal serupa diamini oleh Dwi Wondo Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kecamatan Todanan, Kab. Blora. Hadir pula  Dwi Dargo, Kadis bagian lingkungan,  camat dan lurah Dringgo, Todanan pada saat penyerahan generator ozon – D’OZONE.

Desa Dringgo salah satu klaster Bank Indonesia Jawa Tengah yang memiliki potensi cabai terintegrasi dengan sapi potong. Penyerahan 4 unit D’OZONE  langsung diserahkan oleh Azwar, Direktur PT. Dipo Technology diterima oleh Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki 3  dan Kelompok Tani Taruna Muda Serut. “Harapannya dengan diterapkan teknologi ini, petani bisa menyimpan cabai untuk sementara pada saat panen raya atau harga sedang tidak menguntungkan mereka”. jelasnya

Pada kesempatan itu Tim Riset Dipo Technology, Ika Susan menjelaskan bagaimana penggunaan D’OZONE dan cara pencucian cabai sebelum di simpan di storage.

(ag)

Petani Grobogan Menggunakan D’OZONE Untuk Pembibitan Bawang Merah

Grobogan, Penggunaan teknologi Plasma Ozon untuk produk holtikultura semakin meluas bukan hanya pada produk holtikultura untuk dikonsumsi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk pembibitan. Bawang merah salah satu komoditas yang membutuhkan dormansi selama 60 hari untuk siap ditanam kembali. Selama 60 hari tersebut dibutuhkan perlakuan khusus untuk menghindari pembusukan yang disebabkan oleh jamur dan bakteri. Penggunaan pestisida dan pengasapan saat ini yang digunakan petani bawang merah untuk mengatasinya. Namun penggunaan pestisida yang berlebihan juga akan berakibat pada kesehatan dan lingkungan.

Hal ini dijelaskan oleh Azwar  Direktur PT. DIPO TECHNOLOGY pada saat penyerahan 2 unit generator ozon (D’Ozone) keluaran 150 gram/ jam (rabu, 8/11)  kepada Poktan Niaga Tani yang langsung diterima oleh Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Kab. Grobogan, Imam Sudigdo, yang di saksikan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kec. Penawangan Kristiyono BS,  Perwakilan BPTP Prov. Jateng, dan PPL Penawangan Bambang Sunarto, untuk kemudian digunakan oleh petani bawang merah.

Menurut Tri Joko Purnomo ketua Poktan Niaga Tani hingga saat ini petani belum memiliki teknologi yang bisa menggantikan penggunaan pestisida dan pengasapan. Harapannya dengan adanya D’Ozone ini penggunaan pestisida dapat dikurangi. Investasi alat inipun tidak terlalu besar, karena tidak perlu menggunakan storage, tidak perlu merubah bangunan gudang penyimpanan. Instalasi keluaran ozon dari generator D’Ozone diditribusikan lewat selang, cukup sederhana.

“Penggunaan generator ozon dengan luasan gudang penyimpanan 250m3 bisa dengan 2 unit  generator D’Ozone keluaran 150 gram/jam, dengan dihidupkan selama 6 jam perhari, sisanya alat tersebut dimatikan” jelas Ika Susan ketua tim riset PT. Dipo Technology. “Dari hasil riset, lamanya waktu aktif alat dan luasan ruang gudang penyimpanan sangat berpengaruh dalam mematikan virus dan bakteri pada bawang” lanjutnya.

Serah terima tersebut berlanjut dengan peninjauan gudang penyimpanan dan pengarahan cara penggunaan generator tersebut.

(ag)