D’OZONE Produk Unggulan Teaching Industry UNDIP

D’OZONE Produk Unggulan Teaching Industry UNDIP

Semarang, Peresmian Teaching Industry Universitas Diponegoro Semarang Sabtu, 23 September 2017 lalu membawa Generator  D’OZONE sebagai produk unggulan. Peresmian itu ditandai dengan dibukanya selubung TEACHING INDUSTRY oleh MENRISTEKDIKTI, Dr. Mohamad Nasir, Msi, Ak, Ph.D.  D’OZONE yang di produksi dan didistribusikan oleh PT. DIPO TECHNOLOGY Semarang, telah melalui uji laboratorium CPR (Central for Plasma Research) Universitas Diponegoro. Produk ini mampu memproduksi ozon keluaran 300, 150 dan 50  gram/jam. Keluaran ozon ini cukup tinggi, “jika selama 1 jam dialirkan pada air sebanyak  350 liter maka bisa mencuci 500 kg lebih cabai, dan sayur mayur yang dapat dicuci”. Jelas Ika Kepala Laboratorium Plasma TI.  Industri ini didukung oleh alat-alat workshop dan SDM yang terampil. Sehingga produksi mesin bisa terpenuhi jika ada permintaan. Pada pertengahan bulan Mei 2017 PT. DIPO TECHNOLOGY telah melakukan serah terima 2 unit mesin D’OZONE keluaran 300 dan 150 gram/jam, dan 1 unit  Cold Storage kepada Bank Indonesia Jawa Tengah untuk ditempatkan di Desa Sumberrejo, Ngablak, Kab. Magelang. “hal ini penting, agar petani bisa menyimpan hasil panennya supaya kestabilan harga bisa dijaga” kata Mega, Deputi Direktur Bank Indonesia.

MENRISTEKDIKTI, Dr. Mohamad Nasir, Msi, Ak, Ph.D. (tengah), saat Peresmian Teaching Industry

“Mesin D’OZONE menggunakan teknologi plasma ramah lingkungan yang berfungsi untuk memperpanjang masa simpan sayur dan buah menjadi lebih tahan lama, meminimalisir pertumbuhan bakteri, virus dan jamur penyebab pembusukan pada sayur maupun buah serta mengurangi pestisida yang menempel pada sayur dan buah.  Teknologi ini juga bisa dipakai untuk memperpanjang masa simpan ikan,  dan daging. Ikan tidak harus disimpan pada suhu minus 18 derajat, tetapi bisa disimpan disuhu diatas nol derajat. Biaya operasional penyimpanan ikan bisa terpangkas setelah memakai D’OZONE”  ungkap Azwar Direktur PT. DIPO TECHNOLOGY.

Mesin D’Ozone

http://d-ozone.com/dozone-produk-unggulan-teaching-industry-undip.html

60 Unit D’Ozone Pengawet Sayuran Diujicobakan Pada Cabai

60 Unit D’Ozone Pengawet Sayuran Diujicobakan Pada Cabai

Semarang – Undip Semarang sudah melakukan tanda tangan dengan Kemenristek Dikti dalam program inovasi perguruan tinggi atau teaching industry. Dengan program tersebut, akan diproduksi 60 generator D’Ozone yang akan diujicobakan kepada kelompok tani cabai di Jawa Tengah.

“Tahun ini akan diproduksi 60 unit generator ozon berbagai tipe yang akan diserahkan uji cobanya ke kelompok tani, khususnya cabai,” ujar penemu D’Ozone, Dr Muhammad Nur DEA, Sabtu (25/3/2017).

Peminat D’Ozone, lanjutnya, cukup banyak karena peluang pemanfaatannya cukup tinggi. Pemesanan alat bisa dilakukan oleh kelompok tani karena jika perorangan yang membeli akan terasa cukup memberatkan.

“Sudah cukup banyak pesanannya, karena berpeluang untuk dimanfaatkan,” ujarnya pria kelahiran Batubara, Sumatera Utara tahun 1957 itu.

Hasil temuan atau produksi inovasi dalam teaching industry tersebut bagi dirinya memiliki dua manfaat yaitu untuk pengajaran kepada para mahasiswa terkait teknologi plasma dan dalam aspek industri bisa menjadi income yang digunakan untuk pendanaan tertentu.

Selaku ketua grup periset Center for Plasma Research (CPR), Nur menilai teknologi plasma di Indonesia memang belum banyak dipelajari. Bahkan Undip adalah yang pertama, termasuk dalam hal produksi ozon.

“Untuk produksi Ozon di Indonesia baru kita, di ASEAN yang ada teknologi ozon itu Thailand,” tandasnya.
(alg/mbr)

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-3456727/60-unit-dozone-pengawet-sayuran-diujicobakan-pada-cabai